Categories
Agama

5 Dalil Tentang Hukum Judi Online Menurut Islam

202.95.10.87 – Islam sangat jelas melarang segala bentuk perjudian, baik yang secara online maupun dengan cara yang konvensional. Sebagian orang tentu memiliki perbedaan pendapat terkait hal ini. Negara satu dengan negara yang lain akan memiliki perbedaan hukum mengenai judi online. Kebanyakan negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam akan melarang perjudian dilakukan. Namun tidak menutup kemungkinan ada beberapa syarat dan ketentuan khusus yang diberlakukan agar judi dapat dilakukan. Berikut akan dibahas 8 dalil dalam Al-Qur’an yang merupakan landasan atau hukum judi online 202.95.10.87 menurut islam.

Dalil Pertama: Surat Al-Maidah ayat 90

Dalam ayat ini disebutkan bahwa judi sama halnya dengan mengkonsumsi khamr, mengundi nasib dan mengorbankan sesuatu untuk berhala. Dari situ dapat dikatakan bahwa dosanya seseorang melakukan judi sama halnya dengan dosa seseorang meminum minuman keras. Dalam ayat itu dibahas tentang al anshab, khamr, dan al azlam, yang mana ketiga hal ini sangat besar dosanya bagi umat Islam. Al anshab sendiri adalah kata yang diperuntukkan untuk aktivitas yang dilakukan untuk melakukan pemujaan terhadap berhala dengan cara mengorbankan sesuatu. Khamr adalah minuman yang jika diminum akan menyebabkan seseorang menjadi hilang akal, mabuk dan akan memicu untuk melakukan perbuatan yang tidak baik. Jika seorang sudah berpikir tanpa akal maka akan cenderung untuk melakukan hal – hal tercela seperti zina, pembunuhan, pembakaran, menceraikan istri dan masih banyak lagi hal yang tercela muncul karena pengaruh khamr.

Dalil Kedua: Surat Al-Hajj ayat 30 dan Al-Mudatsir ayat 5

Didalam kedua ayat ini, judi dianggap sebagai Ar rijs yang diartikan sebagai najis. Umat Islam haruslah mensucikan diri dari najis karena jika di badan terdapat najis, maka tidak diperbolehkan untuk melakukan ibadah kepada Allah. menyembah berhala juga memiliki istilah yang sama yaitu rijs atau rujz.

Dalil Ketiga: Surat Al-Maidah ayat 91

Surat Al-Maidah ayat 91 ini lebih menekankan pada dampak yang bisa disebabkan oleh judi. Dikatakan dalam surat ini bahwa setan ini ada untuk menciptakan permusuhan dan kebencian diantara manusia dan salah satunya sebab munculnya setan adalah dengan meminum khamr dan berjudi. Dari ayat tersebut jelas sekali secara implisit disebutkan bahwa hukum judi online menurut islam adalah haram karena dapat memutus hubungan antar umat Islam, membuat saling membenci, saling mencela, saling menjauhi, saling memboikot, saling mencederai kehormatan saudara yang lain dan saling menuduh melakukan hal – hal yang buruk. Semua hal tersebut adalah hal yang disukai setan dan dibenci oleh Allah SWT.

Dalil Keempat: Surat At-Tauah ayat 67 dan Surat Al-Maidah ayat 91

Kedua ayat ini saling berkesinambungan dan menunjukkan bahwa khamr dan judi yang merupakan permainan setan dapat memalingkan manusia dari dzikrullah. Orang yang asyik bermain judi akan lebih sibuk dengan menghabiskan banyak waktu menikmati permainan itu. Penjudi akan merasa senang dan bahagia saat bermain judi sehingga dapat menimbulkan ketagihan. Merekapun akan membuang – buang waktunya dengan hal yang tercela itu dan melupakan Allah. Melakukan hal – hal yang disukai oleh setan dapat membuat manusia dapat menjadi keras hati dan lalai dari ibadah kepada Allah.

Dalil Kelima: Surat Al-Fathir ayat 6 dan Surat Al-A’raf ayat 21

Sudah dijelaskan dalam beberapa firman Allah bahwa judi termasuk amalan setan yang dibeci oleh Allah. Segala hal yang dilakukan oleh setan adalah hal yang haram. Ini jugalah yang mendasari hukum judi online menurut islam. Hal yang dilakukan setan semata – mata untuk menyesatkan dan menjerumuskan manusia kedalam kesesatan. Dalam surat Al-Fathir ayat 6 disebutkan dengan jelas bahwa setan adalah musuh manusia karena mereka mendorong manusia untuk menjadi penghuni neraka. Setan itu sifatnya adalah memperdaya manusia seperti yang disebutkan dalam firman Allah di surat Al-A’raf ayat 21. Judi oleh setan akan dijadikan suatu alat untuk memperdaya manusia. Dijadikannya manusia lengah dan menganggap judi adalah hal yang menguntungkan dan mendatangkan kebahagiaan namun pada hakekatnya judi hanyalah mendatangkan kerugian bagi siapa yang memainkannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *