manchester united

Penyebab Manchester United Terpuruk di kompetisi 2020/2021

daftar

Prestasi Manchester United terus melorot semenjak keperginya Sir Alex Ferguson pada 2013. Sesungguhnya, apa yang membuat The Red Devils tidak lagi sukses dalam permainan bandar bola online terbaik? dan harus menelan pil pahit selesai kalah atas Villareal di final Liga Europa 2021.

manchester united

Villarreal perpanjang kesengsaraan Manchester United. Sepanjang empat tahun akhir, team berjulukan The Red Devils harus melepaskan dahaga untuk raih gelar.

Manchester United sesungguhnya punyai kesempatan untuk akhiri kampanye piala Liga Europa 2020/2021. Apa saja kemampuannya, realitanya tidak sama seperti yang diinginkan. Setan Merah mendapatkan perlawanan dari Villarreal.

Manchester United tidak berhasil memenangkan Liga Europa selesai kalah atas Villarreal di Stadion Miejski, Gdansk, Polandia, Kamis (27/5/2021) WIB pagi hari.

Ke-2 team bermain seri 1-1 di saat normal plus waktu perpanjangan. Walau demikian, Manchester United harus waspada keunggulan 10-11 Villarreal dalam beradu penalti.

daftar

Manchester United harus terima pengakuan kembali tanpa gelar sepanjang empat musim beruntun. Musim ini, perolehan paling tinggi Setan Merah berada di Liga Inggris dan Liga Europa. Manchester United menuntaskan dua kejuaraan sebagai runner-up.

Pelatih Pria Terbaik. United Fergie pensiun tinggalkan kemasyhuran. Tragisnya, kemudian status MU sebagai team kuat perlahan-lahan lenyap. Jadi juara Liga Inggris tak pernah terwujud. Memenangi gelar berprestise yang lain sering terlihat seperti fatamorgana dibanding realita.

Walau sebenarnya, sepanjang enam tahun akhir, MU tidak kesusahan datangkan pemain mahal. Sasaran tinggi terus diputuskan. Tetapi hasilnya selalu jauh dari yang diinginkan.

Beberapa orang bertanya, kenapa MU saat ini seringkali menanggung derita dibanding berbahagia? Beberapa riset coba disampaikan, dan pada akhirnya beberapa factor yang diduga ada sebagai argumen untuk menyepelekan keunggulan Setan Merah yang sudah dibuat Fergie lebih dari seperempat era.

  1. Mangkirnya Direktur Olahraga

Tiadanya status ini membuat MU seakan-akan salah jalan. Pembelian pemain yang dilaksanakan sering tidak searah dengan kemauan manager. Bahkan juga, kadang MU kesusahan memperoleh pemain.

Sekarang ini. MU memberikan operasional club ke Ed Woodward, terhitung masalah peraturan transfer. Sering hasilnya tidak sesuai manager. Jose Mourinho merasainya. Akhirnya, perubahan kemampuan club tidak jalan optimal.

  1. Kerap Bertukar Pelatih

Tidak ada arah yang pasti dalam membuat club membuat pekerjaan manager makin susah. Mereka disuruh untuk memberi performa selekasnya. 4 manager ditambahkan 1 pengasuh dalam enam tahun ialah bukti ketidaksabaran dewan dalam membuat club.

Walau sebenarnya, Fergie perlu waktu yang lama untuk dapat jadikan MU team paling sukses di Inggris. Disamping itu, penggantian manager berpengaruh pada pengubahan style bermain hingga fondasi tim tak pernah kuat. Manager MU sekarang ini. Hal sama dirasa oleh Ole Gunnar Solskjaer.

  1. Beberapa Transfer Tidak berhasil

Ketidaksabaran tidak jadi permasalahan, sepanjang Anda sanggup membuat team yang kuat dan bersaing. Janganlah lupa untuk beli pemain yang pas untuk menambahkan kemampuan club. Saksikan saja Chelsea dan Manchester City.

Tetapi hal sama tidak terjadi pada MU. Beberapa pemain tidak berhasil tampil oke sepanjang mengenakan seragam Setan Merah. Tragisnya, cukup banyak yang betul-betul ganteng selesai pergi dari MU. Sebutlah saja Angel Di Maria, Daley Blind, untuk Romelu Lukaku.

  1. Minimnya Kontributor Pemain Mahal

Dampak dari transfer yang tidak berhasil tidak usai di sana. Ada banyak pemain yang bertahan di dalam Old Trafford tetapi belum sanggup memberi imbas riil untuk club. Karena tidak berhasil berperan, pembelian MU berkesan mahal dan boros.

Tetapi, ini bukanlah seutuhnya kekeliruan pemain. Manager yang tidak sanggup mengoptimalkan peranan pemain menyebabkan kekuatan pemain tidak optimal.

  1. Tidak berhasil mengoptimalkan Pogba

Paul Pogba dibeli pada harga mahal oleh MU karena kualitas yang ia perlihatkan sepanjang bermain di Juventus. Tetapi ketika ada di Old Trafford, Pogba malah semakin banyak dinilai dibanding disanjung. Performanya condong liar bersama MU. Bahkan juga, saat bela tim nasional Prancis, Pogba nyaris selalu memperlihatkan perform bagus, terhitung mengantar Les Bleus memenangkan Piala Dunia 2018.